Padang, DKTV – UIN Imam Bonjol Padang bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang menggelar diskusi teknis mengenai potensi longsor di Kampus III Sungai Bangek, menghadirkan pakar tanah Universitas Andalas Prof. Abdul Hakam dan dihadiri langsung oleh Rektor UIN Imam Bonjol Padang.
Prof. Abdul Hakam menjelaskan curah hujan tinggi membuat tanah jenuh air sehingga kestabilan lereng menurun dan risiko longsor meningkat pada beberapa titik kawasan kampus.
Prof. Hakam merekomendasikan desain bangunan berjenjang guna memecah beban, mengurangi tekanan tanah, serta meningkatkan kekuatan struktur pada area miring yang rawan pergerakan tanah.
Prof. Hakam menyatakan kesediaannya mendampingi UIN Imam Bonjol Padang dalam perencanaan teknis agar seluruh proses penguatan lereng mengikuti standar keselamatan yang telah ditetapkan.
Prof. Hakam juga memaparkan jenis tanaman berakar kuat yang mampu mengikat tanah sehingga membantu mencegah erosi dan menambah kestabilan kawasan di sekitar gedung kampus.
Disampaikan pula rencana pembangunan ulang turap penahan tanah dengan melibatkan tenaga ahli agar struktur baru lebih kuat dan optimal menahan pergerakan tanah.
Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus
Tim gabungan PUPR, UIN Imam Bonjol Padang, dan para ahli melakukan survei lapangan meninjau titik berkontur curam guna menentukan prioritas penanganan teknis lanjutan.
Prof. Hakam menegaskan kondisi bangunan masih aman karena tidak ditemukan retakan struktural, namun pemantauan tetap dibutuhkan apabila intensitas hujan kembali meningkat.
UIN Imam Bonjol Padang mengirim surat resmi ke Pusat Studi Bencana Unand serta mengapresiasi dukungan Pemkot Padang dalam upaya mitigasi longsor di lingkungan kampus.
Baca juga : Longsor Terjang Kampus UIN Padang, Aktivitas Akademik Dialihkan Online
Reporter : Miftahus Sya’adah dan Dela Br Gultom
