4 Kiat Ala Brigjen pol Riki Yanuarfi

Padang,DKTV– Pelaksanaan wisuda ke-92 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Brigjen pol Riki Yanuarfi, SH, M.SI sebagai perwakilan dari ketua ILUNI UIN IB menyampaikan gagasannya di hadapan para wisudawan dan wisudawati, pada Senin (28/10).

“Saya mewakili ketua ILUNI UIN IB, ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan berkaitan dengan pasca anda menjadi wisudawan dan wisudawati,” ucapnya di depan audiens.

Penobatan gelar dalam prosesi wisuda merupakan babak baru bagi setiap wisudawan dan wisudawati. Maka dari itu, ia menyampaikan terdapat empat kiat yang perlu dicapai.

Klik Untuk Follow Akun Instagram Kaba Kampus

Sebelumnya, Brigjen pol Riki Yanuarfi, SH, M.SI merupakan alumni UIN IB Padang yang berasal dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

“Saya kebetulan alumni UIN IB, wisuda pada tahun 1996, saya dulu dari fakultas FDIK, jadi kalau saya ditunjuk bisa lah berbicara di hadapan bapak ibuk semua,” sambungnya.

Pertama adalah saat para wisatawan menempuh hidup selanjutnya haruslah berfikir positif. Sebab, hal itulah yang menjadi modal dasar untuk mencapai posisi kesuksesan.

“Tidak banyak ILUNI UIN IB yang mencapai jendral seperti ini, hanya ada beberapa universitas saja,” sebutnya kepada audiens.

Berfikir postif tadi sangat penting karena dalam kehidupan. Nanti saat terbawa arus pikiran negatif, setiap orang dapat menepis hal tersebut.

Baca juga: Harapan Besar Rektor Untuk Wisudawan Ke-92

Kemudian, bagian yang kedua ialah berbuat baik, itu adalah prinsip. Menurutnya, apa yang telah di tanam itulah yang di tuai.

“Siapapun yang meminta tolong pada saya, akan saya tolong dengan ikhlas, dan itu kembali kepada saya, begitu juga dengan anda, anda berbuat baik maka kembali kepada anda kebaikan itu,” tegasnya.

Setelah itu, ia menghimbau kepada wisudawan dan wisudawati untuk harus berbuat tegas, jangan mudah menangis dan jangan mudah menyerah.

“Saya berkarie tidak di jalur saya, saya harus menghadapi tirani tirani yang seperti tembok, seperti karang seperti beton yang saya hadapi, tetapi saya tidak menyerah, saya berani keluar dari kenyamanan,” sebut alumni Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Imam Bonjol Padang

Meskipun menangis, maka teriaklah di tengah hujan dan tidak akan bisa tau mana air mata mana air hujan. Sehingga tidak boleh putus asa, bulatkan tekad.

Tidak hanya itu, kiat keempat ialah harus berbakti kepada orang tua. Pencapaian yang telah dapat berkat hasil dari berbakti pada orang tua. Bukan sebagai orang hebat, melainkan doa orang tua yang terkabul.

“Ketika urusan anda dengan orang tua anda tidak beres, hidup anda, karir anda, harta anda tidak akan berkah,” sambungnya

Brigjen pol Riki Yanuarfi, SH, M.SI berharap, semoga ini bermanfaat, tidak ada yang tidak bisa, bisa semua ketika ingin merubah diri sendiri dan jangan sampai anda bosan dengan diri sendiri. Oleh karena itu, jadilah pribadi yang menyenangkan.

Wartawan: Irvan Mufadhdhal Zulis dan Pricilia Mutiarani

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *