Bimtek Ilmiah Ilmadika Dari Penulis Ke Pengelola Jurnal

Padang, DKTV– Ilmadika Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang, sukses menggelar seminar bertemakan “Dari Penulis ke Pengelola Jurnal” melalui platform Zoom meeting pada Sabtu 28 Desember 2024.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Dr. Wakidul Kohar, M.Ag. Tak hanya itu, Ilmadika menghadirkan dua pemateri bergengsi dari IA Scholar Foundation, Yuniar G. Larasati, MA, dan Dr. Henky Fernando, MA.

Ilmadika menghadirkan kegiatan tersebut, guna mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi penulis, tetapi juga mampu menjadi pengelola jurnal.

Dalam sambutannya, pembina Ilmadika, Fadhil Wafi, menyebutkan pentingnya meningkatkan standar kepenulisan mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. “Kita ingin meng-upgrade kemampuan menulis mahasiswa. Saat ini, masih banyak mahasiswa yang kesulitan membuat artikel, bahkan mencari referensi masih mengandalkan Google Scholar. ” jelasnya.

Fadhil juga menambahkan, bahwa standar tinggi dalam menulis artikel, termasuk yang bertaraf Scopus harus mulai diterapkan agar mahasiswa terbiasa dengan tantangan akademik yang lebih besar.

Sementara itu, Dr. Abdullah Khusairi turut hadir membuka acara dan memberi sambutan hangat pada peserta “Ini adalah malam yang indah bagi para ilmuwan. Bertemu narasumber seperti Hengki dan Larasati, yang sudah memiliki karya jurnal berindeks Scopus, memberikan inspirasi besar bagi kita semua. Saya berharap ini menjadi momentum untuk meningkatkan budaya kepenulisan di Sumatera Barat, yang masih minim kontribusinya,” katanya.

Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus

Abdullah juga tegaskan, bahwa menulis adalah simbol intelektualitas yang tak dapat ditawar. Ia mengajak mahasiswa untuk mulai menghukum diri agar disiplin menulis dan menciptakan karya orisinal.

“Menulis adalah dunia Anda. Jangan terjebak dalam tren sosial media yang dangkal. Jadilah penulis yang bangga dengan karya berbasis kalimat sendiri,” jelasnya.

Diakhir sambutan singkatnya, Abdullah berikan pesan untuk terus menciptakan regenerasi pengelolaan jurnal. “Konsistensi adalah kunci. Regenerasi harus terus berjalan, sehingga selalu ada generasi baru yang mampu menjaga keberlanjutan jurnal Ilmadika,” pungkasnya.

Wartawan: Pricilia Mutiarani

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *