Daya Tarik Sejarah Kota Tua Padang

Padang, DKTV—Kota Tua Padang merupakan kawasan bersejarah yang merekam perkembangan kota sejak masa VOC, ketika Pelabuhan Muaro dan pemukiman Tionghoa menjadi pusat perdagangan rempah yang menghubungkan Minangkabau dengan pasar internasional.

Sejak abad ke-17, gudang kolonial, ruko Tionghoa, serta bangunan Belanda menopang aktivitas perdagangan di kawasan ini. Identitas sejarah tersebut masih menjadi daya tarik utama hingga era pariwisata modern.

Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus

Menurut Ahong, warga lokal, perubahan kawasan cukup besar. “Perubahannya sudah jauh berbeda. Dulu bangunannya kebanyakan peninggalan Belanda sekarang banyak yang sudah mereka perbarui,” ujarnya.

Ia menyebut hanya satu bangunan Belanda yang masih tersisa. “Ini tinggal satu lagi, mungkin. Yang lainnya sudah dibongkar dan direnovasi semua,” tambahnya saat ditemui di kawasan klenteng.

Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah Klenteng See Hin Kiong, klenteng tertua sekaligus satu-satunya di Sumatera Barat, yang sejak lama menjadi pusat ibadah serta simbol keberagaman budaya Kota Tua.

Ahong menegaskan pentingnya klenteng tersebut. “Klenteng ini satu-satunya di Sumatera Barat. Letaknya di Kota Tua, makanya banyak wisatawan datang ke sini,” jelasnya mengenai magnet wisata spiritual itu.

Sebagai petugas keamanan dan kebersihan, ia membantu mengatur kunjungan. “Tugas saya mempermudah umat dan pengunjung. Mau ibadah, silakan naik. Mau lihat-lihat juga boleh,” ungkapnya.

Baca juga: Tantang 100 Hari Kepemimpinan Rektor, Wapresma Angkat Bicara

Ia mengatakan pengunjung datang dari berbagai daerah. “Ada yang lokal, ada juga yang luar negeri. Mahasiswa dan mahasiswi sering ke sini,” tuturnya, menggambarkan keberagaman pengunjung setiap hari.

Agenda keagamaan juga memengaruhi aktivitas Kota Tua.“Kalau ada acara klenteng, baru ramai. Kemarin Sai Jin Kong, tanggal delapan ramai sekali,” kata Ahong. Pada hari biasa, kawasan lebih banyak dipadati pengunjung kafe.

 

Reporter: Sri Mega Hayatulnupus

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *