Padang, DKTV – Hampir enam dekade, usia Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Selama itu pula, banyak transformasi ke arah yang lebih baik yang mendalam PTKIN tertua di Sumatera Barat tersebut.
Saat rapat sidang terbuka UIN Imam Bonjol Padang, dalam rangka Dies Natalis UIN Imam Bonjol Padang yang ke-58 tahun 2024. Rektor UIN IB Padang, Martin Kustati menyebutkan laporan tahunan. Bahwasanya, UIN Imam Bonjol Padang sudah berhasil meraih Predikat Akreditasi Unggul.
Selain itu, ada beberapa Program Studi (Prodi) yang juga telah meraih predikat sama. Dimana tahun lalu ada empat prodi yang mendapatkan akreditasi unggul dan di tahun ini, bertambah menjadi sembilan prodi.
“Peningkatan akreditasi Unggul dari tahun sebelumnya 4 program studi, pada hari ini telah 9 Program Studi pertumbuhannya lebih dari 100%, ” ucapnya.
Baca juga:
Dalam kesempatan ini, Martin mengajak seluruh civitas kampus untuk kembali mengenang dan memberi penghargaan atas jasa dan pengorbanan para perintis dan pendiri serta perjuangan untuk membangun UIN Imam Bonjol padang.
“Perguruan tinggi yang besar adalah yang pandai menghargai jasa para pendahulunya. Karena tidak ada hari ini tanpa hari kemarin, dan tak ada hari esok tanpa hari ini,” lanjutnya.
Tak lupa, ia mengingatkan agar seluruh civitas kampus untuk selalu berlomba-lomba dan menjaga semangat untuk melakukan kebaikan. Sebab, semangat membutuhkan energi jiwa yang mendorong segenap civitas academika untuk memenuhi tuntutan Tridarma Perguruan Tinggi.
Sebagai kampus yang membawa misi keagamaan UIN Imam Bonjol Padang harus senantiasa menjaga akhlaqul karimah, menjunjung tinggi ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah, toleransi hingga moderasi beragama. Pentingnya menjaga marwah, etika akademik dan nilai-nilai integritas kesarjanaan.
Apalagi saat ini UIN Imam Bonjol memiliki 15.426 mahasiswa yang tersebar di tujuh fakultas dan pascasarjana. Saat ini, UIN telah menghasilkan ribuan alumni yang tersebar di berbagai bidang profesi dan pengabdian.
Klik Untuk Follow Akun Instagram Kaba Kampus
” Dengan potensi sumber daya manusia yang besar, potensi kerjasama yang bisa digalang serta team work yang solid,” sambungnya.
Martin juga berpesan, kepada para dosen dan guru besar serta alumni untuk makin produktif mengembangkan ilmu pengetahuan, mengajar dan memotivasi para mahasiswa agar mampu berkiprah di jalur sesuai dengan minat.
Terakhir, sebelum menutup laporannya. Martin mengutip pesan dari seorang filosof besar Dunia Islam berasal dari Pakistan Dr. Sir. Mohammad Iqbal dalam syairnya yang sangat menginspirasi mengatakan.
“Jangan kita memilih hidup bagai nyanyian ombak, hanya berbunyi ketika terhempas di pantai. Tetapi jadilah air bah, menggubah dunia dengan amalmu, dan sinarilah zaman dengan cahaya imanmu.”
Wartawan : Fani Deswi Sapitri Tambunan dan Pajri Husnul Hotima.
