Fajar Eka Mahendra Tampil Percaya Diri di Micro Teaching

Padang, DKTV– Acara Competition of Islamic Science (COIS) ke-8 menghadirkan berbagai perlombaan akademik, salah satunya lomba Micro Teaching. Fajar Eka Mahendra, mahasiswa Tadris Fisika UIN Imam Bonjol Padang, ikut ambil bagian(25/09).

Dalam wawancara, Fajar memperkenalkan dirinya dengan penuh percaya diri. “Perkenalkan, nama saya Fajar Eka Mahendra, asal kampus UIN Imam Bonjol Padang, dengan jurusan Tadris Fisika,” ujarnya sebelum perlombaan dimulai.

Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus

Mengenai motivasi mengikuti lomba, Fajar menjelaskan keinginannya mengasah keterampilan mengajar. “Motivasi saya mengikuti lomba ini untuk melatih kemampuan mengajar, apalagi saya sedang PPL dan KKN di Mandosolo,” ungkapnya.

Sebelum tampil, Fajar melakukan berbagai persiapan matang. “Persiapan saya meliputi penyusunan konsep materi dan latihan mental agar tidak gugup ketika mengajar di depan siswa,” katanya menambahkan dengan mantap.

Dalam penampilannya, Fajar menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. “Saya memilih Project Based Learning, karena strategi ini berpusat pada siswa dan mendorong mereka membuat desain proyek sebagai hasil pembelajaran,” jelasnya.

Meski percaya diri, Fajar tetap menemui tantangan dalam perlombaan. “Tantangan terbesar lebih pada diri sendiri, bagaimana mengenali potensi, lalu berusaha memperbaiki kekurangan agar bisa tampil maksimal,” ungkapnya jujur.

Ia juga menilai suasana lomba sangat menyenangkan dan mendukung. “Suasananya cukup menyenangkan, panitia sangat antusias dalam memfasilitasi, sehingga membuat peserta lebih nyaman selama mengikuti perlombaan,” jelasnya.

Baca juga: Sekda Sumbar Buka Cerdas Cermat BerAKHLAK

Dari pengalaman ini, Fajar merasa mendapat banyak pelajaran. “Saya jadi lebih menguasai cara mengajar di kelas, mempersiapkan diri sebelum tampil, dan semakin bersemangat untuk mengajar,” tuturnya penuh semangat.

Terakhir, Fajar menyampaikan harapan besar setelah mengikuti lomba. “Semoga pengalaman ini membuat saya lebih baik dalam public speaking, serta bisa mengembangkan pendidikan dengan pembelajaran yang lebih kreatif dan bermanfaat,” pungkasnya.

Reporter: Raihana Lathifah & Restiana Junita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *