Padang, DKTV– Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang, tengah melakukan pendampingan dengan alumni dalam meningkatkan kualitas para alumni.
Hal ini ditandai dengan pelaksanaan proyek perubahan bertajuk “Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Optimalisasi Proses Studi” digagas oleh Kepala Bagian Tata Usaha FUSA, Zulfendi, M.Kom.
Menurut Zulfendi, alumni adalah bagian penting dalam ekosistem pendidikan tinggi yang kerap terabaikan. Ia mengatakan penting adanya pendampingan untuk alumni ketika mereka mulai memasuki dunia kerja.
Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus.
“Alumni adalah unsur yang tidak kalah penting yang perlu kita bekali. Kita dampingi mereka saat ingin terjun ke dunia kerja, lalu tetap kita pantau selama satu hingga dua semester setelah mereka lulus,” ujarnya.
Pendampingan ini dilakukan tidak sekadar formalitas. FUSA menyusun sistem pemantauan berkala terhadap alumni melalui survei. Survei ini berisi pertanyaan untuk mengetahui keterkaitan antara pekerjaan alumni dengan kurikulum perkuliahan yang telah mereka jalani.
“Kalau mereka sudah bekerja, kita ingin tahu apakah pekerjaan mereka berkaitan dengan mata kuliah yang pernah mereka pelajari. Kalau tidak, ini jadi bahan evaluasi bagi program studi. Kita bisa tahu mata kuliah mana yang perlu diperbarui,” jelas Zulfendi.
Proyek perubahan ini mulai dirancang sejak awal Mei, tak lama setelah libur Lebaran. Melalui proses pemetaan permasalahan, Zulfendi menemukan satu yang menjadi fokus utama, yaitu kekurangan data alumni yang terdokumentasi dengan baik.
Sebagai langkah awal, FUSA memfokuskan jangkauan pada dua angkatan alumni yakni tahun 2023 dan 2024. Membagi perencanaan dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Dalam jangka pendek, pendataan serta pemantauan alumni dari dua angkatan. Sedangkan dalam jangka panjang, FUSA menargetkan menjangkau lima angkatan alumni berikutnya, dan rencana ini dapat meluas pula pada seluruh fakultas UIN Imam Bonjol Padang.
Adanya Website untuk Alumni
Guna mendukung keberlanjutan proyek ini, FUSA merancang sebuah website yaitu karir.uinib.ac.id. Website tersebut nantinya akan berisi informasi lowongan kerja, profil alumni sukses, forum diskusi, hingga fitur bimbingan karier.
“Jadi ada ruang untuk alumni dalam mencari kerja, minimal untuk komunikasi sesama alumni. Ini akan jadi dunia baru mereka setelah lulus,” tambah Zulfendi.
Langkah konkret lainnya adalah pelaksanaan kegiatan Zoom Meeting bersama alumni lintas angkatan. Dalam agenda tersebut, FUSA menyapa generasi alumni, memperkenalkan platform digital yang sedang dikembangkan, serta mensosialisasikan survei tersebut.
Baca juga: LP2M Umumkan jadwal Uji Kompetensi KKN Ke-51.
Zulfendi menyebutkan bahwa saat ini data alumni yang terhimpun baru mencapai 23 persen, berdasarkan catatan Unit Karir. Melalui proyek ini, ia berharap angka tersebut meningkat signifikan menjadi 40 persen dalam dua tahun ke depan. Target jangka panjangnya adalah mencapai 75 persen sebagai syarat menuju akreditasi unggul.
“Untuk bisa unggul saja kita harus capai 75 persen. Kalau ingin ‘amat baik’ minimal harus lebih dari 40 persen. Artinya kita tidak boleh mengabaikan data alumni karena itu sangat penting,” tegasnya.
Reporter: Pricilia Mutiarani dan Pajri Husnul Hotima
