Kronologi Penyebab Tindakan Rasis

Padang, DKTV – Ketum Ikatan Mahasiswa Labuhan Batu Selatan, Ferdy Ansyah Ritonga menjelaskan kronologi terjadinya unjuk rasa didepan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Pada kamis (13/03).

Ferdy menjelaskan kronologi awal terjadinya aksi demonstrasi, dipicu karena adanya dinamika kampus yang sedang terjadi mengenai mudema, yang mana saudara haykal komentar negatif terkait ras batak, yang dilontarkan haykal di salah satu akun instagram.

“Haykal mengatakan setiap orang bermarga, pasti berbuat rusuh di ormawa kampus dan banyak lagi,” ungkapnya saat wawancara oleh wartawan DKTV.

Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus

Jadi dari situlah, Aliansi Mahasiswa Sumut yang merasa tersinggung atas tindakan saudara haykal, langsung meminta klarifikasi dan pertanggung jawaban dengan melakukan aksi didepan FDIK.

“Mengapa kami melakukan aksi, supaya tidak ada ada terjadinya serangan personal dari pihak kami kepada saudara haykal,” lanjutnya.

Ferdy juga mengatakan, sebelum melakukan aksi. Ia dan ketum Ormada yang lain sudah mencari kontak, bahkan sampai mencari kost saudara haykal untuk bisa berbicara langsung tanpa melakukan aksi, tapi hasilnya nihil.

“Awalnya kami sudah mencari haykal, tapi setelah mencari kesana kemari, semua hal yang berhubungan dengan beliau hilang seketika kayak ditelan bumi,” ungkapnya.

Setelah melakukan aksi dan bertemu dengan haykal dan Ketua Prodi, massa langsung melayangkan tuntutan. Alhasil dengan bukti – bukti yang dibawa Ormada, pihak Fakultas menerima tuntutan tersebut.

Untuk tuntutan yang pertama sudah terpenuhi, sebab saudara haykal mau bertanggung jawab, dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf didepan massa langsung. Namun, untuk tuntutan yang kedua Ormada harus menunggu beberapa hari, karena WD lll sedang tidak ada di tempat saat massa melakukan aksi.

Baca Juga : HMP MD Gelar Ramadhan CUP: Jalin Silaturahmi Melalui Olahraga

“Karena WD lll gak di tempat pas kami melakukan aksi, jadi kami menunggu selama 3 hari untuk terpenuhinya tuntutan kami yang kedua,” ujarnya.

Ferdy berharap, kedepannya tidak ada tindakan rasis yang terjadi lagi di UIN Imam Bonjol Padang. Ia menyampaikan boleh adu argumentasi tapi jangan sampai ke tindakan rasis.

” Kita hidup di negara bhineka tunggal ika, jadi jangan ada tindakan yang membeda-bedakan suku apalagi personal,” tutupnya.

Wartawan : Irvan Mufadhdhal Zulis dan Pajri Husnul Hotima.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *