Agam, DKTV– Musim panas di Jorong Pakan Sinayan, Kecamatan Kamang Magek, Agam, memperlihatkan antusiasme warga dalam lomba layang-layang. Kegiatan ini menjadi hiburan sekaligus ajang pelestarian permainan tradisional.
Menurut panitia, Nuraini Hasnah, lomba ini hadir karena tingginya minat masyarakat. Pelaksanaannya pun menyesuaikan kondisi cuaca. “Kalau musim panasnya panjang, baru bisa diadakan,” ujarnya.
Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus
Pendaftaran terbuka untuk semua usia, cukup mencantumkan nama layang-layang dan membayar Rp20.000. Peserta tidak hanya dari Pakan Sinayan, tetapi juga dari nagari dan jorong lain.
Sebelum lomba dimulai, panitia mengukur panjang benang, dan mereka memberikan peserta alat penggulung benang yang disebut “ceno”. Layang-layang yang memenuhi syarat akan peserta terbangkan dalam sesi lomba.
alam sehari, panitia menggelar lomba tiga sesi. Saat final, mereka hanya mengadakan dua sesi, dengan sepuluh layang-layang terbaik dari sesi sebelumnya.
Panitia memberi setiap peserta waktu 5 menit untuk menerbangkan layang-layangnya. Jika putus, peserta bisa menggantinya selama masih dalam waktu. Lewat dari itu, panitia tidak menghitung layang tersebut.
Panitia memberi layang-layang waktu maksimal 12 menit. Mereka melakukan penilaian di detik terakhir. Panitia hanya akan menilai layang-layang dengan posisi ceno di atas tali batas.
Baca juga: Tradisi Cucuak Rantiang : Bukan untuk ditakuti Tapi dihormati
Hadiah utama bisa mencapai Rp2 juta, tergantung jumlah peserta. Namun bagi warga, nilai lomba ini lebih dari sekadar hadiah.
Selama angin stabil dan cuaca mendukung, panitia bisa menggelar lomba hingga satu bulan setengah.Tradisi ini pun jadi cara masyarakat menjaga budaya dan mengenang masa kecil.
“Ini bukan cuma hiburan, tapi juga nostalgia,” kata Nuraini.
Reporter: Tazkia Arrefah dan Yasyifa Sayyida
