Paninjauan, DKTV— Warga memadati jalur menuju Bukit Anjoan dalam kegiatan napak tilas yang menjadi bagian dari Milad ke-393 Nagari Paninjauan, Minggu (13/7). Mahasiswa KKN ke-51 UIN Imam Bonjol Padang turut terlibat dalam kegiatan sarat sejarah dan nilai budaya ini.
Masyarakat meyakini Bukit Anjoan sebagai asal-usul nama “Paninjauan. Ketua Kerapatan Adat Nagari, Drs. Yuswardi Dt. Majo Indo, menjelaskan bahwa nenek moyang menggunakan bukit ini untuk meninjau alam dan mempertahankan wilayah dari ancaman.
Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus
“Di sinilah Panglimo Todung bertahan menghadapi pasukan Pagaruyung, dan dari sinilah nagari ini diberi nama Paninjauan,” ungkap Yuswardi.
Masyarakat kini telah membuka bukit yang dulunya hutan belantara itu secara swadaya. Mereka berencana membangun rumah gadang mini bergonjong tiga sebagai simbol kedatangan nenek moyang.
Staf Ahli Bupati Solok, Drg. M. Yones Indra, MM, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Menurutnya, napak tilas bukan hanya refleksi sejarah, tapi juga bentuk edukasi budaya bagi generasi muda.
Ia menjelaskan bahwa momentum ini bisa menanamkan perjuangan leluhur melalui kegiatan kolaboratif seperti ini.
Baca juga: Lomba Pasambahan Adat Meriahkan Milad Nagari Paninjauan
Mahasiswa KKN UIN IB tak hanya hadir, tapi juga aktif membantu dokumentasi dan teknis acara bersama pemuda nagari. Kebersamaan itu mencerminkan semangat gotong royong yang tetap hidup hingga kini.
Masyarakat menyambut meriah penutupan kegiatan dengan pembagian doorprize. Suasana hangat ini menutup rangkaian kegiatan milad dengan penuh kebersamaan dan haru.
Penulis: Mahasiswa KKN Nagari Paninjauan (Rahimatul H. dan Hanifah R.)
