Padang, DKTV- Panitia terus mematangkan persiapan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.
Ketua Panitia Teknis PBAK 2025, Afdil Fadli Dwi Putra, menyampaikan bahwa panitia telah melakukan sejumlah koordinasi dan perancangan sejak dua minggu lalu bersama Wakil Rektor III, Ketua Panitia Pelaksana, dan Kabag Akademik dan Kemahasiswaan.
Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus
Pada rapat tersebut, panitia membahas dan mengevaluasi konsep program prioritas yang akan dijalankan serta pelaksanaan PBAK sebelumnya
Saat ini, seluruh divisi telah terbagi dan mulai bekerja sesuai dengan tugas masing-masing, mulai dari penyusunan rangkaian acara hingga teknis pelaksanaan lapangan.
“Kalau secara persentase, kami baru mencapai sekitar 40 persen. Dalam persiapan karena saat ini masih dalam tahap merancang konsep,” ungkap Afdil saat diwawancarai Reporter DKTV.
Afdil juga menjelaskan bahwa panitia masih menunggu jumlah pasti mahasiswa baru yang akan mengikuti PBAK. Data tersebut menjadi penting bagi mereka dalam menentukan porsi kebutuhan dan pemilihan venue pelaksanaan kegiatan agar sesuai dengan kapasitas.
Ia menambahkan, secara garis besar, pola pelaksanaan PBAK tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Namun, panitia menuntut adanya inovasi, khususnya dari divisi acara.
“Kami minta divisi acara untuk menciptakan suasana yang lebih interaktif dan tidak monoton. Misalnya, saat waktu istirahat, mereka harus menghadirkan pembawaan yang menyenangkan,” jelasnya.
Di sisi lain, Afdil mengakui bahwa panitia menghadapi kendala dalam hal keaktifan. Banyak panitia yang belum hadir di Padang karena masih berada di kampung halaman dan memiliki kesibukan lain.
Baca juga: KKN Pangkalan Nagari 50 Kota Siap Kolaborasi Dengan Masyarakat
Sebagai solusi, pihaknya sudah menekankan pentingnya kehadiran panitia di Padang.
Bahkan dalam rapat perdana dengan Wakil Rektor, mereka telah menegaskan bahwa seluruh panitia wajib tinggal di Padang selama proses persiapan hingga pelaksanaan.
Reporter: Octiena Afif Tamimah dan Yasyifa Sayyida
