Padang, DKTV– Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang resmi melepas sejumlah peserta Magang Prima PTKI di Ruang rapat Rektorat, Kamis (28/8).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara UIN Imam Bonjol Padang dan PT Pegadaian yang telah ditandatangani oleh Rektor pada awal Juli lalu.
Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus
Salah satu tujuan dari pelepasan ini adalah memberikan apresiasi kepada peserta yang telah melewati proses seleksi cukup ketat.
Selain itu, mereka juga diharapkan mendapat motivasi langsung dari Rektor sebelum berangkat.
Para peserta akan ditempatkan di lima lokasi magang, yakni Padang, Batusangkar, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Solok. Masing-masing lokasi ditempatkan dua orang peserta.
Program magang akan berlangsung selama lima bulan, dimulai 1 September 2025 hingga 31 Januari 2026.
Khusus peserta yang magang di Pegadaian, mereka akan menerima uang saku sekitar Rp2 juta per bulan sebagai pengganti transportasi, makan, dan kebutuhan lainnya.
Rektor berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik diri dan institusi selama magang. “Jagalah waktu, sikap, dan cara berpakaian, karena itu adalah cermin dari kampus kita,” tegasnya.
Kepala Pusat Bimbingan Karier, Winbaktianur, menyampaikan bahwa jumlah peserta magang dari PT Pegadaian itu ada 10 orang, dan dari Prima magang PTKI belum final. Namun, saat ini sudah ada tujuh mahasiswa yang dipastikan berangkat.
“Pelepasan dari Pegadaian dan Prima Magang jumlahnya masih menunggu kepastian. Tapi tujuh orang sudah terfinalisasi hari ini. Kemungkinan besok sudah ada keputusan lengkapnya,” ujarnya.
Baca juga: KSR-PMI 2025 Buka Pendaftaran Anggota Baru Tanpa Batas
Program Magang Prima PTKI ini merupakan salah satu program besar yang bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa. Ke depan, program ini juga diupayakan mendapat pengakuan SKS dari kampus.
Sebagai penutup, Win Bakhtiar berharap seluruh peserta memberikan performa terbaik. “Jika mereka tampil maksimal, insyaAllah akan membuka peluang kerja lebih luas setelah magang berakhir,” katanya.
Reporter: Rahmah Athifah dan Yasyifa Sayyida
