Rapat Perdana Panitia PKM UIN 2025 Persiapkan Ajang Kreativitas Mahasiswa

Padang, DKTV— Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) UIN Imam Bonjol Padang, resmi memasuki babak persiapan dengan dilaksanakannya rapat perdana panitia pada Senin (15/04). Kegiatan ini menandai mulainya rangkaian acara tahunan yang telah menjadi tradisi akademik kampus, sekaligus sebagai wadah kompetisi dan pengembangan minat bakat mahasiswa tingkat universitas.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Welhendri Azwar, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa PKM UIN Imam Bonjol telah menjadi motor penggerak bagi kegiatan serupa di lingkungan PTKIN se-Sumatra. Bahkan, PKM tingkat Kejurnas Sumatra yang saat ini dikenal luas juga terinspirasi dari model PKM universitas yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2021.

“Kita berbangga bahwa PKM Universitas ini menjadi pangkal lahirnya PKM Kejurnas se-Sumatra PTKIN. Nama ‘PKM’ yang digunakan di tingkat regional pun merujuk pada PKM kita,” ujar Welhendri.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa PKM tidak hanya sekadar ajang lomba, namun juga menjadi wahana latihan manajerial bagi mahasiswa. Dalam kegiatan ini, mahasiswa yang menjadi panitia belajar langsung bagaimana mengelola sebuah event dari awal hingga akhir, mulai dari koordinasi, perencanaan, hingga eksekusi kegiatan.

Klik Untuk Follow IG Kaba Kampus.

Proses pelibatan mahasiswa dalam kepanitiaan ini telah dimulai secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir, mengikuti pola yang sama seperti yang diterapkan dalam kegiatan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan). Jika sebelumnya kegiatan banyak ditangani oleh dosen dan tenaga kependidikan, kini pelan-pelan tanggung jawab tersebut dialihkan kepada mahasiswa.

“Sudah dua tahun terakhir ini, PBAK secara teknis dikelola langsung oleh mahasiswa. Ada sistem open recruitment panitia, bukan lagi berdasarkan utusan. Hal serupa akan kita terapkan di PKM ini,” tambahnya.

Tahun ini, PKM UIN Imam Bonjol Padang, akan mempertandingkan sebanyak 40 cabang perlombaan yang dibagi ke dalam tiga kategori besar, yaitu seni, ilmiah, dan olahraga.

Dalam struktur kepanitiaan, meski mahasiswa dilibatkan secara maksimal, penanggung jawab utama tetap berasal dari kalangan dosen. Hal ini, menurut Welhendri, mengacu pada aturan pengelolaan keuangan negara yang mengharuskan ASN sebagai penanggung jawab anggaran.

“Karena dana yang digunakan adalah uang negara, maka yang boleh bertanggung jawab dan menandatangani laporan keuangan adalah ASN. Itulah mengapa ketua kegiatan tetap dipegang oleh dosen,” jelasnya.

Tiga jenis perlombaan yang akan digelar masing-masing akan ditangani oleh dosen pembina yang telah ditunjuk. Untuk bidang seni, dipercayakan kepada Ibu Eliana Siregar dan Ibu Rida. Sementara bidang ilmiah akan ditangani oleh Bapak Abdullah Khusairi dan Winbaktianur. Adapun bidang olahraga dipegang oleh Bapak Danil dan Bapak Dafi.

Baca juga: Halal Bihalal FDIK UIN Imam Bonjol Padang.

Rapat perdana ini juga mengatur pembagian tugas panitia berdasarkan cabang lomba. Mahasiswa yang berasal dari ormawa dan UKM akan terlibat langsung dalam pengelolaan teknis cabang lomba sesuai dengan penempatan tugas masing-masing.

Dengan semangat kolaboratif dan partisipatif, PKM tahun ini diharapkan tidak hanya sukses sebagai ajang kompetisi, namun juga sebagai sarana pembentukan karakter dan kemampuan manajerial mahasiswa. Kegiatan ini menjadi cerminan bagaimana kampus memberikan ruang bagi mahasiswanya untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan.

Wartawan; Pricilia Mutiarani dan Yasyifa Sayyida

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *