Padang, DKTV – Wakil Rektor lll Welhendri Azwar melalui kata sambutannya, Pada kegiatan Student Literacy Camp (SLC) hari pertama yang dilaksanakan di Aula Gedung FUSA menyampaikan, SLC ini merupakan salah satu ajang penting bagi mahasiswa untuk melangkah menuju Persaingan Global.
SLC merupakan tahap awal yang dilalui mahasiswa agar bisa menuju Sibac-Sip, Program kemahasiswaan study ke luar negeri untuk memperkenalkan kebudayaan minang dan mencari pengalaman dan jejaring kenalan diluar negeri.
Selain itu, tujuan dari Sibac-Sip ialah agar mahasiswa dapat wawasan luas tentang dunia luar dan memperkenalkan kampus UIN Imam Bonjol ke manca negara.
“Sibac artinya kita menyibak dunia dengan memperkenalkan nuansa positif kampus kita,” ucapnya.
Tahun ini ada sedikit perubahan rencana negara yang dituju peserta Sibac-sip, yang awalnya peserta akan dibagi ke empat negara. Tetapi karena adanya kebijakan baru dari Presiden, maka tahun ini negara yang dituju berjumlah tiga negara saja.
Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus
“Sebelumnya kita sudah merencanakan ke empat negara, tapi karena adanya efisiensi jadi kita hanya mengunjungi tiga negara saja,” Ungkap Guru besar tersebut.
Ia juga mengungkapkan awalnya kegiatan ini hampir tidak ada karena kebijakan efisiensi tersebut, tetapi kampus tetap mengusahakan walaupun dengan dana sekecil apapun.
kali ini sudah tiga kali SLC diselenggarakan dan Untuk Sibac-sip, merupakan kedua kalinya dilaksanakan. Sebab pada tahun 2023 tidak berangkat karena terhalang biaya.
“Literacy campnya sudah program ketiga, dan Sibac-sipnya program kedua karena 2023 tidak jadi berangkat,” Lanjutnya.
Welhendri berpesan, para peserta bermimpilah untuk mendapatkan wawasan yang luas melalui program Sibac-Sip. Carilah jejaring yang lebih banyak juga dengan dosen-dosen luar negeri.
Tujuan besar dari Sibac-sip ini nanti para pesarta dapat mejadi dosen dan kembali ke UIN dengan bangga dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat bagi mahasiswa.
Baca juga: Momen Halal Bihalal, Rektor UIN IB Tekankan Nilai Silaturahmi dan Integritas
Dan percaya menjadi dosen dan bangga berdiri didepan dengan hasil prosesnya sendiri, seperti ” Saya berhak berdiri di depan sini karena saya melewati proses proses itu”
harapannya program ini dapat menghasilkan mahasiswa yang berkualitas, yang dapat menjadi tenaga pengajar. terutama dosen terbagik dimasa depan.
Wartawan : M. Aufa Ibnu Faizal.
