UIN IB Raih Kualifikasi Informatif Nasional 2025

Padang, DKTV- Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang resmi meraih kualifikasi Informatif dari Komisi Informasi Pusat, menandai keberhasilan kampus menjalankan keterbukaan informasi publik secara transparan dan akuntabel, (18/12).

Capaian tersebut mencerminkan komitmen institusi terhadap Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Oleh karena itu, komitmen ini menjamin hak masyarakat memperoleh informasi publik secara mudah dan bertanggung jawab.

Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus

Nisa, selaku Ketua Umum Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UIN Imam Bonjol Padang mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika.

Menurut Nisa, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif civitas akademika. “Semua unit berkontribusi aktif menyediakan data dan informasi yang publik butuhkan,” ujarnya.

Selain itu, Proses penilaian berlangsung sepanjang tahun 2025. Penilaian melalui pengisian instrumen, verifikasi, klarifikasi, hingga presentasi uji publik oleh rektor di hadapan tim penilai pusat.

Penilaian terfokus pada kualitas layanan informasi publik, meliputi website resmi, PPID, media sosial, layanan permohonan informasi, serta ketersediaan informasi berkala dan setiap saat.

Keterbukaan informasi nilai penting membangun kepercayaan publik. Nisa menegaskan, “transparansi membuat kebijakan kampus mudah dipahami dan diawasi oleh mahasiswa serta masyarakat luas”.

Pimpinan universitas memperkuat peran PPID, mengembangkan layanan digital, menerapkan SOP, dan memastikan akses informasi cepat serta sesuai kebutuhan pengguna.

Baca juga: Ketua DEMA FUSA: Arah Kepemimpinan Berbasis Aspirasi Mahasiswa

Dampak kebijakan ini terasa luas, meningkatkan kepercayaan publik, memperkuat budaya transparansi internal, serta memudahkan masyarakat dan mahasiswa memperoleh informasi resmi dari kampus.

Ke depan, UIN Imam Bonjol Padang berkomitmen melakukan evaluasi berkelanjutan. Meningkatkan kapasitas SDM PPID, serta mengembangkan inovasi layanan informasi berbasis AI, termasuk chatbot.

 

Reporter: Sri Mega Hayatulnupus.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *