Padang, DKTV- Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Welhendri Azwar, menjawab dari tuntunan dari demontrasi. Berbagai hal yang menjadi pernyataan mengenai cacat Senat Mahasiswa (Sema-U), transparansi anggaran hingga hasil tes napza.
Terjadinya dialog antara massa dan Welhendri Azwar saat demo masih berlangsung. Dalam dialog tersebut, terdapat isu bahwasanya adanya intervensi dari WR III mengenai Ormawa UIN Imam Bonjol Padang.
Timbulnya pertanyaan adanya mempersulit proses Dema-U dan WR III hanya diam atas cacat Sema-U. Tidak hanya itu, salah satu massa Habib Prananda mempertanyakan mengenai hasil tes napza yang tidak kunjung ada hasilnya.
Dalam kesempatan itu, Welhendri Azwar terlebih dahulu akan menjawab mengenai Sema-U. Ia juga menyampaikan, terbentuk Sema-U sudah mengikuti AD/ART yang ada. Setiap Prodi dapat mengutus satu mahasiswa untuk mengikuti Sema-U.
Akan tetapi, jika benar-benar adanya keliruan dari Sema-U. Maka Welhendri Azwar meminta catatan agar dapat mencari solusi yang terbaik dalam menyikapi masalah tersebut. Terlebih lagi, adanya permintaan untuk melakukan tes urin untuk Ormawa.
Maka dari itu, Welhendri Azwar mendukung apabila Ormawa benar-benar menginginkannya. Menariknya, Welhendri Azwar juga sudah merencanakan untuk melaksanakan pelantikan Dema-U. Namun, adanya masuk surat dari Aliansi Mahasiswa.
Sehingga pelantikan tertunda dan Welhendri Azwar memanggil Sema-U berserta ketua panitia Mudema-U. Pada akhirnya, Sema-U agar dapat menyelesaikan permasalahan terlebih dahulu.
Jadi sebagai WR III sudah memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menyelesaikan masalahnya dalam lingkup Ormawa. Atas landasan tersebut, Welhendri Azwar tidak pernah melarang ataupun mengintervensi siapapun yang ingin menjadi Presma.
“Maka dari itu, tidak adanya sedikitpun untuk mengintervensi ataupun melarang siapapun yang ingin menjadi bagian dari Ormawa, ada ruang kita berikan kepada mahasiswa,” sebutnya kepada Demostran.
Tidak hanya itu, ia juga mengakui adanya keterlambatan dari posisi Eksekutif dan hal demikian sudah ditindaklanjuti segera mungkin. Namun, terdapat beberapa libur yang menjadi renggangnya waktu pelaksanaan tersebut.
Menyikapi permasalahan yang terjadi. Welhendri Azwar akan menyelesaikan permasalahan Sema-U dalam kurung waktu satu Minggu. Artinya, hasil sudah dapat oleh mahasiswa antara tanggal 30 April dan 1 Mei 2025.
Akan tetapi, Welhendri Azwar menolak adanya perubahan secara tiba-tiba untuk menurunkan Ketua Sema-U saat ini. Sebab, semuanya harus sesuai prosedur yang ada dan menyelesaikan permasalah sesuai mekanisme yang sudah menjadi ketentuan juga.
Menyikapi permasalahan mengenai napza yang terjadi pada tahun 2022. Hal tersebut memang terjadinya pelanggaran dan sudah memutuskan kontraknya kepada UIN Imam Bonjol Padang sendiri.
Sebab, hal tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan dan sudah semestinya setiap mahasiswa yang melakukan tes mendapatkan sertifikatnya.
Dalam beberapa menjawab pertanyaan dari Demostran. Welhendri Azwar mendapatkan pertanyaan mengenai anggaran Sibac sip yang terlalu besar dan tidak sebanding dengan kegiatan mahasiswa lain. Sebab, Demostran beralaskan bahwasanya ukuran mahasiswa tidak hanya di artikel.
Akan tetapi, masih banyak yang lebih pandai di bidang lain. Selain itu, peserta Sibac tidak berdampak baik kepada mahasiswa yang tidak merasakannya.
Menjawab atas pernyataan atau pertanyaan tersebut. Welhendri Azwar menyampaikan bahwasanya, Sibac sip itu merupakan kegiatan yang kompetitif dan dapat menunjang akreditasi Unggul bagi Universitas.
Setelah beberapa lama, menjawab pertanyaan dari Demostran. Welhendri Azwar meninggal massa untuk melaksanakan shalat ashar di dalam Rektorat.
Wartawan: Irvan Mufadhdhal Zulis
