Jakarta, DKTV– Mahasiswa UIN IB Padang Ahmad Zakri, berkesempatan mengikuti ajang Grand Final Duta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di balai Sudirman, Jakarta Selatan, pada Senin (03/11). Zakri terpilih menjadi Duta DPD RI asal Sumatra Barat yang tergabung dengan 37 pasang finalis setiap provinsi se-Indonesia.
Ahmad Zakri mengakui pengalaman yang diraihnya. Tidak hanya berfokus kepada prestasi. Akan tetapi, menjadi bagian dalam perjalanan batin, intelektual, dan kebangsaan. Empat hari pelatihan menjadi bekal yang luar biasa di DPD RI.
Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus
“Saya belajar banyak hal yang tak sekadar teori, tetapi makna mendalam tentang representasi daerah dan semangat persatuan bangsa,” ucap mahasiswa UIN Imam Bonjol Prodi Hukum Keluarga.
Mantan Wakil Duta Kampus 2024 itu, berkesempatan berinteraksi langsung dengan narasumber nasional, public speaker hebat, dan senator muda yang begitu visioner. Dalam sosok tersebut, Zakri menilai tidak hanya berbicara tentang perubahan, tapi benar-benar menghidupinya.
Lanjutnya, setiap sesi dan diskusi menghadirkan refleksi bahwa menjadi pemuda bukan hanya soal ambisi, tapi tentang kontribusi. Atas pengalaman yang berharga ini, menjadi moment kebersamaan dengan 76 pemuda-pemudi terbaik dari seluruh penjuru Indonesia.
“Kami datang dari latar belakang yang berbeda, tapi disatukan oleh semangat yang sama: menguatkan peran daerah dalam bingkai Indonesia,” sambungnya kepada wartawan DKTV.
Zakri memandang dari setiap dialog hadir berbagai pemikiran baru muncul. Sehingga menjadi inspirasi dan langkah nyata.
Baca juga: DEMA-U Suarakan Aspirasi Mahasiswa Lewat Audiensi Rektor
“Saat ruang-ruang dialog itu, saya menyaksikan sendiri bagaimana ide bisa menjelma menjadi inspirasi, dan inspirasi menjadi langkah nyata,” ungkap Mantan Wakil Duta 1 Kampus.
Sehingga sampailah pada malam anugerah yang menjadi titik puncak dari perjalanan. Acara berjalan penuh makna, bukan karena gemerlapnya panggung. Akan tetapi, getar kebanggaan ketika menyadari bahwa setiap perjuangan kecil. Ternyata bisa membuka jalan menuju perubahan besar.
Reporter: Irvan Mufadhdhal Zulis
