Padang, DKTV– Kopri PMII (Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri) Kota Padang, menggelar aksi damai di kawasan GOR Haji Agus Salim pada Sabtu, 29 Juni 2025. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi darurat kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang kian marak terjadi di Sumatera Barat.
Aksi damai dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan melibatkan sekitar 35 kader PMII dari berbagai kampus. Adapun kampus yang terlibat ialah UNU, UNP, UPGRISBA, dan UIN Imam Bonjol Padang.
Dalam pernyataannya, ketua Kopri PMII Kota Padang, Novita Hidayani menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bagian dari seruan moral terhadap kondisi sosial yang semakin mengkhawatirkan.

“Aksi damai adalah aksi peduli dari Kopri, karena di sini kita Pergerakan Mahasiswa Islam Putri. Sudah kewajiban kita turun ke jalan menyuarakan untuk mengkampanyekan bahwa Sumbar sedang tidak baik-baik saja” tegasnya.
Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus.
Novita menyebutkan aksi ini bukanlah bentuk demonstrasi keras, melainkan aksi damai yang difokuskan untuk mengkampanyekan isu-isu kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
Ia menjelaskan, bahwa nantinya akan ada tindak lanjut, jika kasus-kasus yang terjadi tidak dikawal secara tuntas oleh pemerintah, maupun pihak hukum terkait. Menurutnya, jika hal tersebut terjadi, maka tidak menutup kemungkinan akan ada aksi lanjutan berupa demo atau aksi lainnya.
Dalam pelaksanaannya, aksi ini juga beriringan dengan agenda besar Kopri yaitu SKK (Sekolah Kader Kopri) yang akan digelar pada 3 Juli mendatang.
“Aksi damai sudah kami rancang seminggu sebelum SKK. Kami turun ke jalan dalam bentuk aksi nyata. Ini juga bagian dari rangkaian program kerja Kopri yang bertujuan membentuk kader perempuan yang visioner dan peka terhadap isu-isu sosial.” Jelasnya.
Novita mengaku bahwa aksi damai bukanlah aksi yang mudah. Isu kekerasan seksual kerap dianggap isu lama yang membosankan, padahal kejadian ini terus berulang. Karena itu, Novita dan seluruh kader Kopri PMII terus menjaga semangat agar tetap peduli di tengah rasa bosan publik.
Ia juga menegaskan komitmen Kopri PMII untuk terus mengawal hak-hak perempuan. Mereka tidak hanya berhenti pada aksi jalanan, tetapi juga sedang menyiapkan program nyata yang menyentuh langsung korban kekerasan.
Salah satu inisiatif strategis yang digagas Kopri adalah pendirian “Rumah Aman”. Sebuah lembaga yang menyediakan layanan konseling, pendampingan hukum, dan ruang mediasi bagi korban maupun orang terdekat korban kekerasan.
Baca juga: Webinar Internasional : Kupas Tuntas Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
Melalui aksi damai ini. Novita berharap masyarakat dan pemerintah lebih peka, peduli, dan mau bergerak melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Reporter: Diana Putri Khairyah dan Pricilia Mutiarani
