Padang, DKTV – Seorang driver ambulans bernama Dika dari Unit Peka menjadi korban pemukulan aparat kepolisian ketika membubarkan aksi demo di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jumat malam (29/8).
Informasi yang diterima menyebutkan bahwa seorang relawan bermotor mencoba membuka jalan bagi ambulans di kawasan Simpang 4 Ngarsopuro, namun polisi justru menuduhnya sebagai provokator.
Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus
Relawan tersebut kemudian menjadi sasaran pemukulan aparat hingga terpaksa melarikan diri menuju ambulans. Dika, driver ambulans, turun untuk mengamankan situasi namun malah ikut dianiaya polisi.
Menurut saksi, pelaku memukul, menendang, bahkan mengeroyok Dika hingga kepalanya bocor. Tindakan represif aparat ini mendapat sorotan tajam dari warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.
Akibat penganiayaan itu, Dika segera dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Ia mendapat perawatan intensif karena luka parah di kepala dan harus menjalani CT Scan.
Selain Dika, seorang relawan lainnya juga terkena pukulan di bagian bahu saat mencoba menolong. Kondisi keduanya masih dalam pantauan tenaga medis rumah sakit.
Peristiwa ini menambah daftar panjang dugaan tindak kekerasan aparat terhadap warga sipil dalam aksi demonstrasi. Banyak pihak menilai polisi gagal mengedepankan pendekatan humanis.
Baca juga:Tiga Tewas, Lima Terluka Akibat Pembakaran Gedung DPRD Makassar
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi lengkap maupun alasan aparat melakukan tindak kekerasan terhadap petugas medis tersebut.
Masyarakat sipil dan kelompok relawan kemanusiaan mendesak kepolisian bertanggung jawab atas insiden ini. Mereka menekankan bahwa ambulans dan tenaga medis harus dilindungi, bukan menjadi korban kekerasan.
Reporter: Sri Mega Hayatulnupus
