FTK UIN Imam Bonjol Gelar Pembekalan PPL-KKN Terintegrasi

Padang, DKTV– Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi mahasiswa peserta Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terintegrasi Tahun 2025, (07/07).

Kegiatan ini sebagai langkah awal yang strategis untuk membekali mahasiswa agar mampu mengaktualisasikan keilmuan dan nilai-nilai keguruan secara langsung di tengah masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung mengusung tema “Melalui PPL-KKN Terintegrasi. Kita Wujudkan Pengembangan Kompetensi dan Aktualisasi Keilmuan Mahasiswa Menjadi Guru dan Tenaga Kependidikan Profesional.” Tema ini mencerminkan fokus utama pembekalan. Yakni membentuk pendidik yang tidak hanya cakap akademik, tapi juga tangguh mental, spiritual, dan sosial.

Dekan FTK, Dr. Yasmadi, M.Ag, dalam sambutannya, menyampaikan peran mahasiswa Fakultas Tarbiyah sangat vital dalam menciptakan generasi pendidik masa depan yang berkualitas. Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai konten ajar, tetapi juga harus memiliki integritas, empati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus

“Mahasiswa Tarbiyah harus siap menjadi pendidik yang profesional, yang tidak hanya cerdas dalam mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Tercatat sebanyak 1.117 mahasiswa dari berbagai program studi di bawah FTK mengikuti program PPL-KKN Terintegrasi ini.

Adapun program studi yang terlibat meliputi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Tadris Fisika, Tadris Matematika, Tadris IPS, Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Tadris Bahasa Inggris (TBI), serta Pendidikan Agama Islam (PAI).

Seluruh peserta akan diterjunkan secara serentak ke 14 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat. Penempatan ini dilakukan secara terpadu, sehingga mahasiswa dapat bersinergi dalam menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Salah satu sesi penting dalam kegiatan pembekalan adalah penyampaian materi dari Muhammad Rajab, Ph.D. Dengan topik “Pendekatan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka”.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa pendekatan deep learning bukanlah teknologi kecerdasan buatan seperti yang dipahami. Melainkan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, refleksi kritis, dan keterkaitan antara konsep pelajaran dengan kehidupan siswa.

“Jika tidak bisa menjadi orang pandai, maka jadilah orang baik,” ungkap Rajab. Ia juga menambahkan bahwa pendekatan deep learning sangat relevan diterapkan dalam konteks Kurikulum Merdeka.

Dengan prinsip mindful, meaningful, dan joyful, metode ini diyakini mampu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Serta memperkuat nilai kemanusiaan dan spiritualitas, terutama dalam mata pelajaran PAI.

Baca juga: Ma’had UIN Imam Bonjol Gelar Pelepasan Mahasantri Angkatan Pertama.

Menurutnya, pendidik yang mampu menerapkan pendekatan ini akan lebih berhasil dalam membentuk karakter siswa yang reflektif, toleran, dan berpikiran terbuka. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan nasional yang mendorong terbentuknya generasi pembelajar sepanjang hayat.

Kegiatan pembekalan ini juga menjadi forum konsolidasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan panitia pelaksana. Seluruh peserta dibekali dengan informasi teknis pelaksanaan, kode etik selama pengabdian, hingga strategi menghadapi tantangan di lapangan.

 

Reporter: Ririn Nabila dan Pricilia Mutiarani

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *