Padang, DKTV– Ketua Panitia penjaringan bakal calon Rektor UIN Imam Bonjol Padang Zulfis akan melakukan verifikasi calon bakal Rektor dari 11 kandidat yang bersedia.
Tepat pada tanggal 2 Mei pukul 16.30 penutupan pendaftaran selesai. Alhasil 11 kadidat bakal melewati tahap verifikasi yang berarti masih adanya penjaringan.
Pada hari kamis (08/05), pihak panitia akan melakukan rapat untuk persiapan dari hasil yang sudah didapatkan. “Hari kamis penetapan hasil verifikasi, nanti kalau sudah selesai baru kita buatkan berita acara, baru diserahkan kepada Rektor,” ungkap Ketua Panitia kepada wartawan DKTV.
Lanjutnya, setiap dari persyaratan yang ada, semoga tidak menjadi hambatan dari setiap kandidat. Jadi hari kamis akan menjadi penetapan hasil verifikasi.
klik untuk Follow IG Kaba kampus.
“Tapi saya kira nggak ada masalah, karena persyaratan administrasi kan jelas, apa saja syaratnya itu kan. Apabila sudah selesai panitia akan segera membuat berita acara yang akan diberikan kepada Rektor,” sebutnya kepada Wartawan DKTV.
Sebelumnya, pada saat masa pendaftaran sudah terlaksana sosialisasi kepada setiap para profesor yang sekiranya memenuhi persyaratan. Menariknya, Profesor yang dituju tidak hanya yang berada di UIN IB saja.
Pihak panitia sudah mengirim ke kampus PTKIN lainnya. Artinya, kesempatan mendapatkan jabatan Rektor juga dapat diraih oleh PTKIN lainnya. Apalagi itu sudah memenuhinya persyaratan yang ada.
“Masa pendaftaran itu di sosialisasikan kepada setiap para profesor yang memenuhi persyaratan kemudian di kirim juga namanya ke Kampus – Kampus ptkin yang lain, ya itu sudah kita surati melalui email gitu ya,” sambungnya.
Tidak hanya itu, pihak panitia juga mempublikasikan penjaringan calon bakal Rektor. Melalui Website UIN IB, Instagram official UIN IB dan akan memberitahukan hasil sosialisasi melalui WhatsApp grup.
Hal tersebut mendukung transparansi dalam pelaksanaan penjaringan calon bakal Rektor. Namun, Zulfis mengkonfirmasi bahwasanya dari 11 kandidat tersebut berasal dari UIN IB Padang saja.
“Oh ya kalau yang mendaftar sekarang pasti dari kampus kita aja, ya berarti tidak ada yang dari kampus lain, tidak ada yang mendaftar, tapi walaupun terbuka kan, ya tergantung masing-masing personalnya,” jelasnya.
Wartawan: Irvan Mufadhdhal Zulis
