Hikayat dan Filosofi Mudik

Padang, DKTV– Libur panjang dalam menyambut lebaran hari Raya Idul Fitri yang membuat masyarakat berbondong-bondong menuju kampung halaman untuk menghabiskan waktu bersama keluarga besar. Tentunya, tidak terlepas dari kata “Mudik”. Emang apa itu Mudik?.

Mengutip dari postingan Instagram akun @narasjnewsromm Mudik berasal dari kat “Udik” yang bermakna hulu atau kampung. Artinya, bergerak menuju hulu atau kembali ke tempat semula.

Klik Untuk Follow Akun Instagram Kaba Kampus

Momentum Mudik sudah menjadi tradisi Nusantara. Bahkan sebelum adanya tranportasi massal dan cuti bersama. Mudik tidak hanya bercerita mengenai fisik dala menempuh jarak. Akan tetapi, menyusuri mengenai kenangan, menembus rindu dan bertemu orang tua yang tinggal di kampung.

Baca juga: Asal Usul THR di Momen Lebaran

Setiap masyarakat sudah tentu tidak menyia-nyiakan momentum seperti ini. Puluhan juta jiwa dalam waktu yang bersamaan dalam membawa kerinduan untuk menghampiri kampung halamannya.

Hadirnya tradisi seperti ini tentu berdampak baik bagi ekonomi. Transportasi yang meningkat menyebabkan UMKM dapat panen rezeki dan suasana kampung kembali ramai.

Meskipun, perjalanan panjang dan macet yang berkepanjangan. Tentunya tidak kalah dari rasa rindu. Sebab, sejauh apapun kaki melangkah, rumah tetaplah untuk kembali.

Wartawan: Irvan Mufadhdhal Zulis

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *