Padang, DKTV- Sekretaris Umum Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) UIN Imam Bonjol Padang, Habil Musasi, menyampaikan kritik terkait belum adanya kejelasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Musyawarah Dewan Mahasiswa Universitas (MUDEMA-U) hingga saat ini.
MUDEMA-U yang dilaksanakan pada 9 Februari 2025, pasca acara muncul berbagai dinamika internal, gugatan, dan sengketa yang ikut membayangi proses administrasi, termasuk penyerahan LPJ.
Klik Untuk Follow Instagram Kaba Kampus.
Habil Musasi, yang saat itu ditunjuk menjadi Steering Committee (SC) 3 dalam kepanitian tidak dapat menghadiri proses MUDEMA-U hingga selesai, pasalnya Habil harus bertolak ke Palembang untuk melaksanakan pelatihan yang tidak dapat ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa keberangkatannya bukan berarti meninggalkan tanggung jawab kepanitiaan.
“Selesai pelaksanaan saya memang tidak berada di lokasi. Setelah kegiatan selesai dan presiden mahasiswa terpilih, muncul gugatan dan sengketa terkait MUDEMA-U, termasuk dinamika internal yang cukup kompleks,” ujarnya.
Habil menjelaskan bahwa setelah kembali ke Padang, ia mengonfirmasi status LPJ kepada SC 1, SC 2, ketua panitia, serta sekretaris panitia. Dari hasil komunikasi tersebut, ternyata LPJ telah selesai dan diserahkan kepada Ketua Umum SEMA-U sekitar dua minggu setelah acara.
Namun, komunikasi di internal kepanitiaan dan pengurus tidak berjalan baik. “Usut punya usut, di grup kepanitiaan yang juga ada Ketua Umum, tidak ada tanggapan dari beliau terhadap pertanyaan yang diajukan ketua panitia maupun sekretaris panitia,” tuturnya.
Menurut Habil, SC 1 dan SC 2 juga mengaku tidak dilibatkan langsung dalam penyerahan LPJ ke pihak rektorat maupun ke Ketua Umum. Hal ini membuat alur proses semakin tidak jelas dan sulit dipastikan.
Ia mengaku sudah mencoba membahas persoalan tersebut dengan Ketua Umum, namun tidak mendapat respon. “Saya selaku sekretaris umum justru didesak oleh Ketupat, Sekupat panitia, dan panitia lainnya untuk memberikan penjelasan, padahal saya sendiri tidak mendapat informasi jelas,” tegasnya.
Baca juga: Pandeka Akan Gelar Shalat di Mesjid Kampus III Selama PBAK
Habil menegaskan bahwa ini bukan soal keterlibatannya atau tidak, tetapi menyangkut transparansi organisasi.
Ia berharap seluruh elemen ormawa di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang turut memperhatikan masalah ini. “Saya berharap semua elemen organisasi selingkup UIN IB Padang melirik dan tidak membiarkan hal ini hilang begitu saja, serta dapat mengambil langkah selanjutnya,” tutupnya.
Reporter: Pricilia Mutiarani
