Padang, DKTV– Pekan Kreativitas Mahasiswa Universitas (PKM-U), UIN Imam Bonjol Padang. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah hadirnya cabang olahraga lempar pisau sebagai salah satu perlombaan resmi dalam ajang bergengsi antar-mahasiswa ini.
Cabang ini berhasil mencuri perhatian peserta dan penonton, karena pelaksanaannya yang profesional dan transparan. Revan Defri, juri utama dalam cabang lempar pisau, memberikan apresiasi atas terselenggaranya lomba ini.
“Ini sangat luar biasa. Alhamdulillah, cabang lempar pisau dipertandingkan di PKM-U UIN Imam Bonjol Padang. Ini sangat bagus sekali dan kami dari Porlepika sangat mengapresiasi langkah ini. Sangat baik untuk perkembangan olahraga di kampus,” ujar Revan saat diwawancarai tim DKTV.
Menurut Revan, hadirnya cabang ini menjadi penanda positif bahwa dunia olahraga terus berkembang di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang. Ia menilai keberanian panitia dalam memasukkan lempar pisau ke dalam PKM-U sebagai bentuk keberagaman minat dan bakat mahasiswa.
Dari sisi teknis, perlombaan ini mengusung sistem penilaian yang sederhana namun efektif. Setiap lemparan dinilai berdasarkan target yang telah memiliki nilai tetap. Sistem ini dinilai mampu meminimalisir kemungkinan kecurangan.
Klik untuk Follow IG Kaba Kampus.
“Kita memakai sistem nilai tertinggi dan terendah. Setiap target sudah memiliki nilai, jadi nilainya sudah pasti. Berapa nilai yang didapat oleh atlet, itu yang kita catat dan kita jumlahkan,” jelas Revan.
Kejujuran dalam penilaian menjadi perhatian utama bagi panitia dan juri. Oleh karena itu, nilai yang didapat oleh setiap peserta langsung dicatat dan ditampilkan secara terbuka kepada atlet dan penonton. Hal ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan kepercayaan terhadap hasil perlombaan.
Menariknya, ini bukan kali pertama Revan dipercaya menjadi juri dalam lomba lempar pisau. Ia juga sempat menjalankan tugas yang sama pada PKM-U tahun sebelumnya. Dengan pengalaman tersebut, Revan mengaku sudah terbiasa dengan dinamika di lapangan.
“Pada PKM-U tahun lalu saya juga menjadi juri di cabang lempar pisau ini. Saat itu juga ada beberapa juri lain. Untuk tahun ini, saya kembali bertugas dan dibantu oleh kawan-kawan secara manual dalam proses penjurian,” tuturnya.
Meski cabang ini tergolong baru, Revan menyebutkan bahwa perlombaan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Hal ini membuktikan bahwa panitia telah melakukan persiapan matang dan sistem yang digunakan memang efektif.
“Untuk cabang lempar pisau, tidak ada kendala. Karena kita memakai nilai pasti. Nilai yang diperoleh atlet langsung dicatat dan diperlihatkan ke mereka secara transparan,” imbuhnya.
Baca juga: Strategi di Atas Papan, Bertarung Tanpa Suara.
Revan juga memberikan semangat kepada seluruh peserta, khususnya mereka yang belum berhasil meraih kemenangan di tahun ini. Ia menekankan pentingnya latihan berkelanjutan sebagai kunci peningkatan performa.
“Harapan saya untuk peserta PKM, terutama yang belum menang, agar tetap semangat dan terus latihan. Mudah-mudahan di PKM-U tahun selanjutnya, para atlet bisa kembali ikut bertanding dan menunjukkan peningkatan yang lebih baik,” tutupnya.
Hadirnya cabang olahraga seperti lempar pisau dalam PKM-U UIN Imam Bonjol Padang menjadi bukti bahwa kampus ini terus membuka ruang untuk pengembangan potensi mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga minat dan bakat yang unik dan beragam.
Wartawan: Pricilia Mutiarani, Rio Sandika (Mg), dan Rani Humaidah M (Mg)
